Cerita Ngentot Sungguh Nikmat Bercinta denganmu

Cerita Ngentot Sungguh Nikmat Bercinta denganmuby on.Cerita Ngentot Sungguh Nikmat Bercinta denganmuCerita Ngentot Sungguh Nikmat Bercinta denganmu – kali ini ada cerita yang harus gan semua maca dech, sebuah kisah yang sayang banget kalo dilewatkan, nih silahkan baca di bawah.  Aku sedang berpikir keras mengingat dan mencari-cari kunci motor RGR di kamarku, ketika pikiranku mendadak terlintas hal-hal yang kulihat dalam perjalanan pulang menuju ke rumah. Penjagaan […]

Cerita Ngentot Sungguh Nikmat Bercinta denganmu – kali ini ada cerita yang harus gan semua maca dech, sebuah kisah yang sayang banget kalo dilewatkan, nih silahkan baca di bawah. 

Aku sedang berpikir keras mengingat dan mencari-cari kunci motor RGR di kamarku, ketika pikiranku mendadak terlintas hal-hal yang kulihat dalam perjalanan pulang menuju ke rumah.

Jablay ngentot sange

Jablay ngentot sange

Penjagaan polisi…tentara…senapan laras panjang…regu anti huru-hara di perempatan Galeria… pengalihan jalan di perempatan tugu…sistem buka-tutup..

Ahh, ketemu kuncinya. Sekarangg….mmm…lebih baik aku bawa helm full face saja. Saat akan mengambil baju. Baju yang kupakai sekolah tadi masih kusampirkan di kursi meja belajarku.

Ah pakai ini saja. Sebodo amat pakai batik, belum bau juga hehehe. Dari SMA aku suka pakai batik, karena aku tidak suka ribet menata kemeja untuk dimasukkan ke dalam celana. Soalnya kebiasaan tidak pernah memasukkan baju ke dalam celana seragam disekolahku, saat harinya memakai seragam, menular dalam keseharianku.

Tidak heran aku disebut Eyang Kakung….Ah…skippp..skipp…

Setelah mengenakan kemeja batik coklatku, aku memilih untuk mengenakan jaket kulit hitam kesayanganku sebagai pelapis dan kusambar helm full-face milikku dan milik mas Ricky.

Beberapa saat kemudian aku sudah di depan pintu pagar rumah di atas motor kesayanganku yang sudah menyala dengan helm full face, dan helm untuk Gabby yang kucantolkan di spion setang kiriku.

Entah kenapa firasatku saat ini mengatakan, bahwa kami berdua harus menggunakan helm full-face.

Beberapa menit kemudian, aku sampai di perempatan pingit dan akan menuju ke kiri menuju perempatan tugu. Sekilas pandanganku kuarahkan ke gardu polisi sebelah selatan perempatan.

Tampak ramai polisi dan kembali tentara. Dan ada juga beberapa motor trail Brimob terparkir disitu. Perasaan gelisahku muncul kembali. Kupacu motorku agak cepat hingga perempatan tugu aku berhenti terkena lampu merah.

Kembali kulihat di pos polisi Tugu, juga sebelah selatan, kulihat ramai oleh aktivitas polisi dan tentara. Ada bapak polisi yang berada di tengah Tugu, mengatur lalu lintas, melarang kendaraan bermotor ke arah timur, arah jalan Jenderal Sudirman.

Ehhh?Melarang??Jalurku ke sekolah Gabby kan lewat situ??Hmm…

Saat lampu hijau menyala, kuarahkan motorku perlahan tetap menuju ke timur. Heiii!Stopp! seru pak polisi sambil menghalangi lajur motorku. Ternyata hanya aku yang nekat terus ke timur.

Selamat siang, Pak. Kenapa jalan anda tutup? kataku dengan tenang mendahului sebelum Pak Polisi itu bicara. Pak Polisi tersebut tampak sekali tergagap, karena melihatku bicara duluan dan menatapnya dengan tenang.

Bapak siapa? tanya Pak Polisi. Saya mau jemput anak saya ke sekolah ***** di Kotabaru. Bisa pak? Fix sudahhh, jawaban spontanku barusan tunjukin kalau aku memang pantes jadi eyang Kakung…

Ada demo mau rusuh di UGM sepertinya Pak di daerah Sagan, menurut informasi. Perempatan Gramedia

Author: 

Related Posts

Comments are closed.