Cerita Sex Divine Intervention – Part 37

Cerita Sex Divine Intervention – Part 37by on.Cerita Sex Divine Intervention – Part 37Divine Intervention – Part 37 Kalau dulu saat kepergian Valen masih ada Sherry, Arif dan Ira, namun kali ini aku benar-benar seorang diri. Di pagi yang dingin ini, sekali lagi aku harus menyaksikan orang yang amat kucintai pergi meninggalkan dunia. Hidupku terasa runtuh seketika. Perasaan sedih dan kehilangan yang terlalu kuat dalam hatiku membuatku tidak […]

multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-8 (2) multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-8 multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-9 (1)Divine Intervention – Part 37

Kalau dulu saat kepergian Valen masih ada Sherry, Arif dan Ira, namun kali ini aku benar-benar seorang diri. Di pagi yang dingin ini, sekali lagi aku harus menyaksikan orang yang amat kucintai pergi meninggalkan dunia. Hidupku terasa runtuh seketika. Perasaan sedih dan kehilangan yang terlalu kuat dalam hatiku membuatku tidak dapat melakukan apapun. Aku ingin menangis, ya, aku ingin melakukan itutapiaku tidak bisa. Yang dapat kulakukan hanyalah berdiri mematung sementara dokter Sanders berdiri disisiku.

La ucapku setengah berbisik, berusaha memanggil cewek yang sudah pergi itu

Satu tetesdua tetes…kemudian air mata yang meluap langsung membasahi wajahku. Aku bingung harus melakukan apa. Dalam hatiku, aku mengutuk segalanya. Aku mengutuk Tuhan, aku mengutuk para dewa, aku mengutuk takdir dan aku mengutuk diriku sendiri.
Kakiku terasa tak bertenaga dan tanganku tak henti-hentinya bergetar.

Hahahaha. Shiela pergi? aku tahu hatiku menjerit, tetapi mulutku tertawa

Sebagian dari diriku berusaha menjaga agar aku tetap waras meskipun hal itu terasa amat menyakitkan. Aku dihadapkan pada kenyataan bahwa sekali lagi orang yang amat kucintai meninggalkan aku sendirian, seolah setiap orang yang menjadi kekasihku harus mati.

Evan, sabar ya suara dokter Sanders terasa menggema di telingaku

Tangan dokter Sanders yang memegang bahuku terasa begitu berat dan setiap tarikan nafasku terasa berat, panas dan menyakitkan. Detik berikutnya, aku meraung sekuat tenaga, berharap raungan-raungan itu dapat mengobati rasa kehilanganku…tetapi tidak bisa.

***

Author: 

Related Posts

Comments are closed.