Cerita Sex Cinta Sejati

Cerita Sex Cinta Sejatiby on.Cerita Sex Cinta SejatiCinta Sejati Cinta Sejati Bagian 1 Sabtu, 2 November 2013 Dengan mata yang masih sangat mengantuk, aku berusaha menjangkau handphone yang tergeletak di meja samping tempat tidur kamar kost ku. Ternyata getaran yang tadi sampai membangunkan tidurku karena masuknya tiga buah pesan singkat. Dengan masih berusaha untuk sadar sepenuhnya, aku tekan tombol handphone menuju menu […]

multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-1 (1) multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-1 multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-2 (1)Cinta Sejati

Cinta Sejati
Bagian 1
Sabtu, 2 November 2013

Dengan mata yang masih sangat mengantuk, aku berusaha menjangkau handphone yang tergeletak di meja samping tempat tidur kamar kost ku. Ternyata getaran yang tadi sampai membangunkan tidurku karena masuknya tiga buah pesan singkat. Dengan masih berusaha untuk sadar sepenuhnya, aku tekan tombol handphone menuju menu pesan.

Degh.
Hentakan di jantungku membuat kesadaranku langsung pulih. 3 pesan beruntun dari pengirim yang sama. Nama sang pengirim yang membuat kantukku hilang lenyap. Sebuah nama yang begitu berarti buatku, sebuah nama yang selalu sangat aku nantikan akan menelponku atau pengirimkan pesan singkat kepadaku.

Dengan jari agak gemetar yang entah karena apa, mungkin firasat ya, aku memilih pesan yang paling bawah, yang merupakan pesan yang pertama masuk dari 3 rangkaian pesan tersebut. Loading messege yang sebenarnya hanya sedetik terasa sejam bagiku.

Assalamualaikum, Ka. Gimana kabarnya? Sebelumnya Pipit minta maaf, mungkin yg akan Pipit sampaikan ini akan membuat Kaka kecewa dan marah ama Pipit. Tapi Pipit percaya Kaka bisa memahami dan mau menerima ini semua.
Diterima : 04 : 55 : 19

Sehabis subuh, pikirku. Pipit pasti mengirim sms ini pasti sehabis sholat subuh. Sebelum membuka sms kedua, dalam pikiranku bertanya-tanya apa gerangan yang ingin di sampaikan Pipit padaku sepagi ini. Tiba-tiba sebuah perasaan takut begitu menyerangku, karena sebuah pemikiran yang terlintas dalam benak berdasarkan pada ingatan yang terekam saat terakhir kali aku berkomunikasi dengan Pipit.

Dengan perasaan gundah luar biasa, ditambah ketakutan yang sangat jelas asalnya, aku nekad membuka pesan kedua Pipit.

Ka, Insya Allah Pipit akan menikah, bulan depan. Pipit dan orang tua sudah menerima lamaran dari seorang ikhwan. Pipit tau ini akan membuat Kaka kecewa, tapi sesuai pesan Kaka kemarin, Pipit harus beritahu Kaka apabila sudah sampai di kondisi seperti ini.
Diterima : 04 : 59 : 28

Tanpa aku sadari, aku sampai jatuh terduduk di tempat tidurku. Kepalaku langsung sakit dan serasa mau pecah. Benar dugaanku, Pipit akan menikah. Teringat kembali pada kenangan dua bulan silam saat terakhir kali aku dan Pipit berbicara di telepon. Malam itu aku masih berusaha keras untuk memintanya bersedia menjadi istriku. Agak kurang pas bila di sebut melamar, karena aku sudah tau jawaban Pipit akan tetap mengatakan tidak untuk sebuah ajakan membina rumah tangga denganku. Saat itu, diakhir percakapan aku hanya bisa berpesan padanya, sebelum akhirnya telepon itu diputuskan oleh Pipit yang diikuti dengan diikuti oleh tangisanku semalaman. Terngiang di telingaku apa yang kami ucapkan malam itu.

Pit, Kaka selalu berusaha menerima kenyataan kalo Pipit gak akan pernah bisa jadi milik Kaka. Ini permintaan Kaka yang terakhir ama Pipit. Kalo boleh Kaka ingin hadir saat Pipit menikah nanti. Tentu saja Pipit yang memutuskan apakah Pipit akan ngasih tau Kaka atau gak, apakah Pipit akan ngundang Kaka atau gak

dan jawaban Pipit adalah, iya, Ka Kita liat aja nanti

dengan gemetar dan sekuat tenaga menahan air mata yang mulai merembes di mataku, aku buka sms ketiga

Insya Allah walimahnya di rumah Pipit, tgl 19 bulan depan. Pipit berharap Kaka mau hadir. Pipit bukan mau nyakitin Kaka, krn gmn pun jg Kaka berarti bgt buat Pipit. Pipit yakin Kaka akan ikut bahagia untuk kebahagiaan Pipit. Dateng ya Ka.
Diterima : 08 : 17 : 07

Dunia terasa runtuh bagiku. Harapanku langsung musnah. Mimpi untuk membina rumah tangga dengan Pipit punah karena tiga sms jahanam itu. Dan percakapan kami di telepon terakhir dua bulan yang lalu, kini menghantam telak di hatiku. Dan itu sangat sakit, karena ucapan yang aku sampaikan padanya agar mengundangku ke pernikahannya kini berbalik menghantamku dalam bentuk besi membara yang menghanguskan seluruh harapanku.

Damn, butuh 3 jam buat Pipit untuk memutuskan apakah akan mengundangku atau tidak. Pipit sangat tahu bahwa aku sangat mencintainya, dan aku yakin Pipit juga menyadari bahwa hadir dipernikahan orang yang sangat dicintai adalah sangat menyakitkan. Kini Pipit benar-benar mengharapkan kehadiranku, aku yakin karena Pipit sangat tahu kalau aku akan melakukan apa saja untuknya, termasuk jika sampai harus menyakiti diriku sendiri untuk membahagiakannya. Bisa dibilang, aku termakan oleh ucapanku sendiri.

Cinta.
Aku memang sangat mencintai Pipit.
Pipit adalah cinta pertamaku.
Dan harus aku akui, Pipit adalah segalanya buatku.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.